Perbedaan introvert dan ekstrovert STIFIn

Perbedaan introvert dan ekstrovert STIFIn

Apa yang kamu pikiran pas denger kata introvert atau ekstrovert? Biasanya anggapan kita kalau introvert itu pendiam dan ekstrovert itu rame orangnya, apa bener begitu? 

Ya, itulah anggapan dimasyarakat secara umum. Sampai kalau ada orang yang ngerasa dirinya pendiam dia bilang “saya orang introvert” dan kalau ada rekan kita yang orangnya rame banget, gampang bergaul dibilang orang ekstrovert 

Nah, kalau konsep STIFIn bagaimana melihat dan mendefinisikan introvert atau ekstrovert yang sering disingkat (i) dan (e). Kita lihat dulu asal usulnya ya. Masih ingat kan, kalau otak manusia itu terdiri dari 5 jenis otak yang disebut mesin kecerdasan. Sensing, Thinking, Intuiting, Feeling dan Insting, nah disetiap jenis otak itu selain Insting memiliki lapisan lagi didalamnya ada lapisan putih dan lapisan abu-abu

Lapisan putih disebut introvert dan ia memiliki tekstur otak yang lebih padat karena mengandung sel otak yang lebih banyak, kerapatannya lebih tinggi daripada lapisan bagian luar. Lapisan abu-abu disebut ekstrovert karena sebaliknya, ia memiliki tekstur otak yang lebih renggang karena sel otaknya lebih sedikit serta kerapatannya lebih rendah daripada lapisan luar. Baik introvert maupun ekstrovert disebut sebagai kemudi kecerdasan.

Ibarat supir, introvert dan ekstrovert inilah yang berperan terlebih dahulu dalam mengemudikan mesin kecerdasan ketika merespon informasi yang masuk ke otak. Introvert membuat mesin kecerdasan bergerak dari dalam keluar dan ekstrovert dari luar kedalam. Artinya ketika Sensing, Thinking, Intuiting dan Feeling memiliki kemudi introvert maka keputusan dalam melakukan sesuatu cenderung lebih cepat keluar dan dieksekusi karena respon utama dari dalam dirinya, berbeda dengan ekstrovert yang cenderung menunggu stimuli dari luar untuk bergerak.

Perbedaan ini membuat 1 mesin kecerdasan memiliki perbedaan karakter dalam beberapa hal, walaupun begitu peran mesin kecerdasan tetap yang utama, karena ia ibarat penumpang yang disupirin, mau kemana saja terserah yang naik kendaraan. Nah, yuk kita lihat perbedaan introvert dan ekstrovert di setiap mesin kecerdasan kecuali

Insting, karena institing adalah otak tengah yang tidak memiliki lapisan dalam, maka respon pertama dan utama adalah mesin kecerdasan.

Sensing introvert: Suka berkelana, pandai meniru dan hebat dalam berakting (Kecerdasan Memori)
Sensing ekstrovert: Mudah kecipratan banyak peluang baru (Kecerdasan Fisik)

Thinking introvert: Sanggup menekuni profesi yang spesifik (Kecerdasan Tehnikal)
Thinking ekstrovert: Mahir menjadi komandan dalam satu organisasi (Kecerdasan Logika)

Intuiting introvert: Cenderung menjadi trendsetter (panutan) di lingkungan profesi (Kecerdasan Kreatifitas)
Intuiting ekstrovert: Pandai memprediksi kecenderungan bisnis kedepan (Kecerdasan Spasial)

Feeling introvert: Memancarkan pengaruh kuat dalam memimpin (Kecerdasan Emosional)
Feeling ekstrovert: Hebat dalam persahabatan dan hubungan sosial (Kecerdasan Bersosial)

Definisi perbedaan setiap mesin kecerdasan dengan kemudinya serta jenis kecerdasannya adalah potensi yang sekiranya akan dimiliki oleh setiap mesin kecerdasan jika betul-betul memaksimalkan fungsi otaknya dengan baik dan benar, kalau nggak dipake ya gak bisa.

Nah adalagi nih perbedaan introvert sama ekstrovert kalau beraktifitas, kalau introvert cenderung semangat diawal, tenaganya banyak, mulainya duluan kalau ngerjain sesuatu tapi lama-lama dia bakal turun energinya kalau terlalu banyak beraktifitas. Berbeda sama ekstrovert, kaya mesin diesel diawal, tapi kalau lingkungannya ngedukung, ngedorong dia buat ngelakuin sesuatu maka ekstrovert bisa lebih lama energinya daripada ekstrovert.

Contohnya pas lagi reunian sekolah, orang introvert cenderung nyapa duluan, ngobrol duluan, tapi kalau kelamaan ngobrolnya dia bisa melipir duluan alias bosen, tiba-tiba udah dipojok aja menyendiri, tapi kalau ekstrovert mungkin diawal dia malu-malu, tapi kalau orang lain ajak dia nyapa dan ngobrol duluan wah, semakin lama bisa semakin panas dia.

Itulah perbedaan introvert dan ekstrovert dalam konsep STIFIn yang (i) belum tentu pendiam dan (e) belum tentu rame terus, tergantung stimulinya. Nah, cara belajarnya juga beda loh, kita bahas di artikel selanjutnya ya. (Adnan Fatron – STIFIn Family) 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright 2019 – www.stifinfamily.com

error: