Daftar Isi
Apa itu Kode Burnout Thinking
Apakah kamu pernah merasa udah cukup istirahat, tapi kok masih capek ya waktu bangun? Pernah juga udah coba healing, liburan, menyendiri, tapi rasanya tetap kosong? Kalau hasil tes STIFIn kamu Thinking, bisa jadi itu adalah kode burnout Thinking bukan sekedar lelah biasa.
Bukan sekedar lelah fisik, burnout pada tipe Thinking justru berawal dari sibuknya isi kepala memikirkan banyak hal. Saat mesin kecerdasan seseorang merasa kelelahan, tubuh akan memberi pesan dengan respon fisik seperti perasaan yang tidak bisa dikontrol, emosi tidak menentu, hingga ketegangan otot dan sistem peredaran darah.
Penyebab Burnout pada Thinking ala STIFIn
Menurut konsep STIFIn, ada beberapa penyebab yang bisa menjadi pemicu burnout bagi Thinking. Faktor utama atau penyebab terbesarnya, yaitu kondisi salar jalur, salah cara, salah jalan atau bisa disebut dengan istilah zalim genetik. Hal ini bisa digambarkan ketika situasi Thinking dipaksa berada di lingkungan yang terlalu emosional, tidak teratur, terlalu banyak drama, dan tidak ada aturan serta penghargaan yang pasti. Thinking butuh sesuatu yang bisa diterima oleh logika dan akal sehatnya.
Di samping itu, lingkungan yang terlalu bebas dan tidak terkontrol juga bisa memicu Thinking untuk burnout. Mereka sangat teratur dalam berbagai hal, bahkan mereka cenderung mudah menyusun, menjadwalkan, merencanakan, dan mengelola. Maka, apabila dihadapkan pada sesuatu yang di luar kendalinya, atau banyak hal yang harus dipikirkan dan ditanggung sendiri, otaknya menjadi penuh dan cenderung kekurangan waktu istirahat. Hal kecil dan tidak penting bagi orang lain bisa menjadi trigger burnout pada tipe Thinking.
Penyebab berikutnya bisa jadi karena tidak adanya pengakuan dan rekognisi dari tugas yang ia kerjakan. Tipe Thinking sangat ambisius, ia sangat teliti dan cenderung menghindari kesalahan sekecil apapun dalam kerjaannya. Hal ini menjadikannya seperti mesin profit bagi organisasi atau perusahaan. Akan tetapi, saat upayanya tidak diakui maka hal itu akan membuatnya merasa tidak dihargai.
Tanda-Tanda Kode Burnout Thinking yang Sering Diabaikan
Sulit Tidur atau Sering Terbangun saat Tertidur
Karena otak bagian neokorteksnya lebih dominan, Thinking cenderung sulit menenangkan pikiran sehingga saat tubuh sudah lelah terkadang isi kepala tidak mau berhenti untuk berpikir. Hal tersebut terjadi karena otak neokorteks memiliki fungsi untuk mencerna informasi, membuat keputusan, dan menjadi otak berpikir. Pada Thinking, fungsi otak ini lebih dominan sehingga di banyak kasus kalaupun ia bisa tertidur, biasanya isi pikiran tersebut bisa terbawa ke alam mimpi dan membuat tidurnya sering terbangun saat sedang burnout.
Mudah Marah dan Agresif
Tipe Thinking cenderung bisa mengendalikan emosinya lebih baik. Ia cenderung tenang dan sabar ketika dalam kondisi netral atau positif. Namun, saat sedang burnout seorang Thinking bisa menjadi lebih agresif, mudah tersulut emosi, dan terbakar amarah. Ibarat besi panas yang bisa melelehkan siapapun yang menyentuhnya. Saat otak mengalami burnout, kapasitasnya melambat untuk mencerna berbagai kejadian. Sehingga sesuatu yang biasanya bisa diatur dan dikelola menjadi sesuatu yang direspon secara reaktif dan tidak dipikir dengan jernih.
Kode Burnout Thinking Membuatnya Menyendiri
Thinking dikenal sebagai pribadi yang mandiri dan individualistis. Ketika ia sedang burnout, terkadang mereka memilih untuk menyendiri dan menghidari lingkungan yang bisa memperparah overthinking-nya. Ia ingin menenangkan dan menemukan solusi dari semua yang ada di kepalanya. Hal ini merupakan hal yang wajar dialami tipe Thinking saat otaknya tidak mampu menerima input lagi dari luar yang membuatnya semakin lelah.
Cara Mengobati Kode Burnout Thinking
Me Time sebagai Detoks Pikiran
Bagi tipe Thinking, kalibrasi otak atau recharge terbaiknya adalah dengan menarik jarak dengan lingkungan yang ‘bising’. Ia butuh momen khusus untuk menjalani ritual membersihkan kepalanya dari berbagai pikiran yang tidak penting. Saat ia berada pada mode me time, ia lebih leluasa dan fokus untuk menyelesaikan semua masalah yang dia pikirkan.
Kode Burnout Thinking Bisa Reda dengan Aktivitas Ke Alam
Tipe Thinking saat burnout lebih membutuhkan suasana alam yang tenang ketimbang harus berinteraksi secara sosial. Hubungan sosial dianggap berpotensi memberikan energi negatif dan pada akhirnya memperparah overthinking-nya. Alam yang dimaksud bisa berupa tempat wisata, menyiram tanaman, atau bermain bersama hewan peliharaan. Alam memiliki energi yang netral, sehingga cocok dijadikan pelampiasan oleh tipe Thinking.
Menuliskan Isi Pikiran
Hal yang sering membuat Thinking burnout, yaitu karena membiarkan semua yang dipikirkan hanya berkumpul di kepala. Saat ia mulai menuliskannya ke lembar kertas, satu per satu pikiran tersebut terurai dan membuat kapasitas berpikiranya jadi lebih ‘lega’. Coba lakukan jurnaling terutama sebelum tidur untuk mengurangi beban pikiran. Jadikan bahan tulisan tersebut untuk evaluasi di kemudian hari.
Membuat Skala Prioritas
Setelah menuliskan isi kepala, coba dievaluasi dengan mengurutkannya pada skala prioritas. Karena tidak semua hal layak untuk disimpan di dalam kepala. Ada beberapa hal yang bisa ditunda karena tidak begitu mendesak. Penentuan prioritas ini akan memudahkan Thinking untuk menyusun segala sesuatu dengan lebih rapih dan strategis. Kamu bisa gunakan tabel skala prioritas berikut untuk mengurutkan kegiatanmu.

Thinking yang Sehat adalah Thinking yang Logis
Secara genetik, otak Thinking dirancang untuk aktif berpikir dengan logis dan rasional. Ketika mereka kehilangan ambisi, malas berpikir, atau merasa tubuh lelah terus-menerus, itu bisa menjadi sinyal bahwa otak harus di”reset”. Dengan memahami kode burnout Thinking, kamu mulai bisa mengenali kebutuhan diri sendiri dan menemukan recovery yang paling tepat sesuai mesin kecerdasan STIFIn.
Jika kamu butuh teman untuk mendampingi proses healing kamu, yuk ikuti prorgram Deep Healing Class bersama Martha Fildzah, owner STIFIn Family. Kalian bisa daftar di sini.
