Sebelumnya, sudah pernah dibahas tentang Intuiting si konseptor. Tapi, apakah kamu tau kalau Intuiting juga terbagi menjadi dua jenis yang sering bikin penasaran: si Pencetus Ide (Intuiting introvert) dan si Assembler (Intuiting ekstrovert). Keduanya sama-sama kreatif, tapi cara kerja otaknya ternyata beda banget. Yuk kita bahas hasil tes STIFIn Intuiting si Pencetus Ide vs si Assembler!

Hasil Tes STIFIn Intuiting Pencetus Ide vs Assembler

Mesin kecerdasan Intuiting itu dominasinya di otak kanan bagian atas. Disana ide-ide liar, konsep besar, dan gambaran visioner lahir. Namun, bagaimana ide itu bisa muncul dan berkembang akan dipengaruhi orientasi lapisan otak dominan introvert dan ekstrovert. Atau biasanya kita sebut sebagai drive (kemudi yang mengarahkan stimuli). Jadi, ada yang idenya muncul dari pikirannya sendiri dan ada yang mengumpulkan puzzle ide dari lingkungan sekitarnya.

Intuiting introvert (Ii) & Intuiting ekstrovert (Ie)

Keduanya sama-sama intuitif, kreatif, imajinatif, dan melihat dunia pakai pola. Bedanya, introvert melahirkan ide dari dalam dirinya, dari pikiran dan hasil refleksinya. Tipe ini akan mudah tergerak dari wawasan yang dimiliki dan tidak terpengaruh hal lain. Sedangkan ekstrovert menyusun ide berdasarkan rangsangan luar. Tipe ini melihat masalah, mengobservasi, lalu mencoba menghubungkan benang merah dan mendapatkan ide baru sebagai solusi. Kalau ditanya, sebenarnya gimana sih cara kedua tipe ini berpikir?

Cara Berpikir Intuiting introvert: Si Pencetus Ide

Hasil tes STIFIn Intuiting introvert itu pure ide generator. Artinya, ide datang dari dalam dirinya sendiri, bisa tiba-tiba muncul (ting!) dari ruang imajinasi yang sangat kaya. Semakin banyak informasi dan semakin luas wawasannya, tipe ini akan membawa banyak ide fresh dari creativity quotient atau kecerdasan kreatif bawaannya. Karena itulah dinamakan pencetus, orisinil dan inovator.

Intuiting introvert melihat dunia dalam bentuk simbol, pola, dan gambaran besar. Cara berpikirnya abstrak, dalam, dan kadang sulit dijelaskan dengan bahasa sederhana. Mereka sering menemukan pola yang orang lain lewatkan.

Kemampuan melahirkan ide

Intuiting introvert itu sumber idenya murni. Idenya lahir dari intuisi dan imajinasinya sendiri, bukan dari luar, bukan dari tren, dan tidak terpengaruh opini orang. Hal-hal yang hanya lewat sebentar di kepala orang lain bisa berubah menjadi gagasan besar ketika masuk ke kepala Intuiting introvert. Gagasan ini tidak bisa jadi besar kalau Intuiting introvert tidak menyiapkan wadahnya dengan merenung, berpuasa, atau berdiskusi dengan diri sendiri mencari inspirasi.

Cara Berpikir Intuiting ekstrovert: Si Assembler

Berbeda dengan introvert, hasil tes STIFIn Intuiting ekstrovert lebih reaktif terhadap lingkungan. Mereka ‘menangkap’ ide dari luar, lalu merangkainya hingga menjadi konsep baru. Trigger terbesarnya adalah rasa ingin menciptakan sesuatu agar bisa bermanfaat dan menyelesaikan masalah. Dengan spatial quotient atau kecerdasan spasialnya, tipe ini bisa melihat satu masalah dari berbagai sudut pandang sampai akhirnya menemukan satu konsep.

Intuiting ekstrovert bekerja seperti radar. Mereka menangkap sinyal dari tren, peristiwa, obrolan, peluang pasar, dan perubahan lingkungan. Dari sinyal-sinyal itu, mereka menyusun struktur ide yang lebih besar.

Kemampuan merangkai ide

Kalau introvert menciptakan ide baru, ekstrovert meng-assemble ide dari berbagai tempat menjadi satu konsep kuat. Tipe ini yang merakit potongan-potongan ide menjadi arah yang lebih strategis. Tipe yang peka terhadap perubahan dan bisa memprediksi kebutuhan pasar atau audiens. Kemampuan heli-view membuat tipe ini seperti punya pandangan luas dari atas, namun terkadang tidak realistis. Agar idenya lebih nyata, tipe ini perlu rajin membaca buku inspirasional, menonton film berbagai genre, atau pergi ke tempat baru yang bisa menambah inspirasi.

Perbedaan Hasil Tes STIFIn Intuiting Pencetus Ide vs Assembler

Walaupun sama-sama Intuiting, ada beberapa poin perbedaan yang mendasari cara masing-masing tipe ini menangkap dan mengolah ide. STIFIn Family sudah meringkasnya menjadi:

Cara menangkap inspirasi : Tipe Ii bisa dapat ide dari dalam kepala/pikiran, intuisi, dan imajinasi. Sedangkan Ie dapat ide dari lingkungan, interaksi, tren, dan isu sosial.

Cara mengolah informasi : Tipe Ii meresap semua pikiran dan memprosesnya dalam keheningan, lalu muncullah ide murni. Sedangkan Ie menyerap dengan cepat, mengaitkan dan merangkai pola masalah, lalu membuat strategi dalam ide barunya.

Ide murni vs ide rakitan: Ii idenya orisinal sedangkan Ie idenya hasil rakitan dari banyak informasi.

Gaya ekspresi & komunikasi: Ii cenderung lebih tenang dan serius sehingga ide keluar kalau ditanya atau sudah matang. Sedangkan Ie membuat ide mengalir lewat percakapan, lebih ekspresif dan responsif.

Tantangan yang sering muncul: 

  • Ii:
    • susah memulai
    • ide terlalu abstrak
    • kurang mengeksekusi
  • Ie:
    • terlalu banyak rangsangan
    • mudah lompat ide
    • konsep kurang matang karena ingin cepat bergerak

Mengelola Ide Sesuai Hasil Tes STIFIn Intuiting Pencetus Ide vs Assembler

Supaya ide tidak cuma jadi angan, masing-masing tipe Intuiting perlu strategi berbeda.

Cara Intuiting introvert memaksimalkan ide

Bisa dimulai dengan rajin mencatat, karena ide suka datang tiba-tiba. Perbanyak diskusi dengan Thinking untuk merapikan alur berpikir. Supaya idenya teruji, bisa mencoba ide dalam bentuk kecil (micro test). Ingat ya, ide itu jangan lama-lama disimpan karena bisa jadi lupa!

Cara Intuiting ekstrovert mengoptimalkan ide

Mulai dari membatasi sumber informasi agar nggak overload. Usahakan fokus pada satu proyek dulu sebelum merangkai yang lain. Membuat kolaborasi dengan Sensing sebagai eksekutor teknis. Supaya lebih kuat dan tidak ada yang terlewat, coba buat peta konsep dari gambaran besar.

Jadilah Intuiting yang kaya akan ide. Bukan cuma angan, tapi nyata untuk direalisasikan. Ingin tahu lebih banyak soal Intuiting? Cek workshop terbaru di @stifinfamily.