Mengenal Konsep STIFIn Lebih Dekat

Mengenal Konsep STIFIn Lebih Dekat

Konsep STIFIn adalah sebuah gagasan mental secara universal dapat digunakan oleh manusia untuk memudahkan memahami karakter dan kecerdasan setiap orang. Fungsi pada sebuah konsep dari segi kognitif yang dapat diterima akal pikiran, dapat dinilai keobyektifan dari sebuah gagasan, dan dapat di komunikasikan dengan baik.

Konsep STIFIn juga merujuk kepada fungsi otak manusia. Setiap bagian otak dapat berkembang, dan hanya ada satu yang menjadi pemimpin. Secara otomatis, semua bagian fungsi otak dapat bekerjasama. Bagian otak sebagai pemimpin bertugas sebagai pengambilan keputusan, yang tampak pada sikap kita.

Materi dasar yang dimaksud adalah berupa karakter atau sifat. Setiap ciptaan yang Allah berikan memiliki karakter, dan itu sunnatullah yang berlaku. Berbagai macam sifat dan karakter ciptaan-Nya, STIFIn adalah salah satu bagian dari karakter manusia. Sifat manusia yang terbentuk salah satunya adalah karakter bawaan yang terberi. Sifat juga dapat dibentuk melalui usaha. Usaha yang dapat kita lakukan melalui kesungguhan dan kebiasaan.

Lingkungan dapat mempengaruhi respon sebuah perilaku yang akan menjadi kesungguhan maupun kebiasaan yang membentuk sifat manusia. Hal ini sesuai dengan hukum pareto Fenotip (sifat saat ini) 100% terbentuk dari genetik yaitu STIFIn 20% + lingkungan 80%. Seseorang akan berada pada jalur suksesnya apabila berdasarkan dengan mesin kecerdasan STIFIn. Konsep STIFIn yang lebih mudah mengenali karakter manusia dari sifat bawaan serta cara berpikirnya.

Sebelum membahas konsep STIFIn lebih dalam kita kenalan dengan sang maestronya terlebih dahulu yuk,

Perjalanan konsep STIFIn dimulai pada tahun 1999. seiringnya berjalan waktu Farid Poniman memiliki sebuah perusahaan Training yang beliau jadikan kapal besar bersama kawannya lalu dari perusahaan tersebut biasa mengobservasi peserta Training menggunakan paper and pencil dengan pendekatan psikologi, hanya saja tetap ada yang mengganjal di hati Farid Poniman, Sehingga dengan berbekal hipotesa dan keilmuan yang dimiliki Farid Poniman beliau berhasil menemukan Konsep STIFIn dengan menambah penyempurnaan theory lama sehingga terciptalah Konsep STIFIn dengan 5 Mesin Kecerdasan dan 9 Personality Genetik.

Konsep STIFIn - Sejarah STIFIn

Konsep STIFIn ini untuk membantu kita mengenali diri kita sesuai Genetik yang ada di dalam diri kita, dengan mengetahui potensi yang tersimpan di dalam diri kita. Maka akan lebih mudah kita mencapai kesuksesan yang hakiki.

Sedangkan alat seperti pencil and paper test seringkali hanya bisa mengukur fenotip seseorang, sesuatu yang tampak secara lahiriah ketika tes sedang dilaksanakan dan sifatnya sementara.

Rumus Fenotip 100% = Genetik 20% + Lingkungan 80% ini membuat tak sedikit manusia galau dan tak kurang pula banyaknya yang lebay.  Rata-rata anak milenial saat ini cenderung terpengaruh faktor lingkungan, Sebaliknya, mereka menjadi lebay karena sudah terlanjur percaya berlebihan pada konsep bahwa lingkunganlah yang paling berperan dan bukan pada potensi bawaan, tapi tak mendapatkan apa yang mereka harapkan.

Lingkunganlah yang menempati porsi terbesar dalam pengembangan diri.  Tapi,  genetik yang meski porsinya hanya sekitar 20 persen tapi sangat menentukan. Ini mirip seperti hukum dari yang sedikit (law of the vital few) dimana yang sedikitlah yang dominan atau penentu.  Jadi, mereka yang berpegang teguh kepada genetik 20% yang kemudian merasa bahagia dan senang dalam menjalani hidupnya.

Terlebih jika berada atau dia ciptakan lingkungan yang mendukung pengembangan genetiknya tadi. Sempurnalah hidupnya. Bagi yang percaya pengaruh genetik hanya 20 persen atau bahkan yang percaya hingga 80 persen, hanya pintu genetiklah yang lebih memastikan kesukses-muliaan Anda.

Nah jadi Konsep STIFIn itu merujuk kepada penyempurnaan dari teori-teori yang sudah ada, hebatnya Farid Poniman ialah bukan hanya menambah sekedar satu mesin kecerdasan yang terakhir itulah yang disebut Insting (In). Sebenarnya bukan datang belakangan. Dari dulu tipe kecerdasaan ini sudah ada, cuman belum terdeteksi, sehingga diakuinya belakangan.

Kenapa begitu? Semua itu lebih karena orang dengan jenis kecerdasan seperti ini langka, dengan demikian jarang ditemukan. Dalam berbagai kesempatan tes dan berbagai training kami selalu menemui bahwa jumlah tipe Insting selalu paling sedikit. Bukan hanya itu, tipe ini mempunyai kelebihan bisa membaur, beradaptasi, atau menyerupai tipe-tipe yang lain.

Bisa dikatakan, ini tipe bunglon dalam pengertian positif. Apapun lingkungannya, dia bisa segera melebur, bergabung, dan beraktifitas. Hebat bukan? Tentu saja setiap kecerdasan memiliki kehebatannya masing-masing. STIFIn tidak mengenal apa yang disebut superioritas antar mesin kecerdasan. Masing-masing kita memiliki kehebatannya, pada saat yang sama juga memiliki kelemahannya.

Farid Poniman menemukan keberadaan dan eksistensi tipe Insting ini setelah mengobservasi  peserta training Kubik Leadership lebih dari 5 tahun dan secara khusus mengobservasi istrinya yang ternyata termasuk dalam kelompok yang kelima ini. Mereka memang tidak bisa digolongkan ke dalam 4 mesin kecerdasan yang ada.

Tipe Insting ini mau dimasuk-masukkan ke kelompok yang lain tidak ada yang cocok; mau dibilang orangnya matre seperti Sensing, ternyata enggak. Dibilang ambisius kayak orang Thinking, pun tidak. Dikatakan suka pengetahuan kayak orang Intuition, enggak juga. Dibilang lebay layaknya orang Feeling,  sama sekali jauh dari sifat itu.

Tipe Insting punya eksistensi sendiri yang berbeda dari keempatnya dengan ciri utamanya serba bisa tapi sekaligus serba tanggung. Keunggulan utama Instinct yang tidak dimiliki 4 mesin kecerdasan yang lain yaitu:  kesediaan berkorban yang luar biasa. Inilah mereka…kita sambut kedatangan…juru damai… diantara kita (sambil menunjuk peserta yang kecerdasannya In)

Baca Juga: Kenali Karakter Mesin Kecerdasan STIFIn Insting

Salah satu kelebihan konsep STIFIn dibandingkan konsep lain adalah bisa menunjukkan lokasi organ fisik otak secara tepat. Contohnya organ fisik tipe Insting yang terletak di tengah otak. Jika dilihat bentuk organ fisiknya, otak tengah seperti bukan belahan otak tersendiri karena ia memanjang mulai dari korpus kalosum terus ke otak tengah (mid brain), pons, medulla, batang otak, serebelum, hingga sumsum tulang belakang (disebut juga medulla spinalis). Kurang lebih seperti batang yang menopang kepala dan menghubungkannya dengan badan.

Korpus kalosum adalah serat syaraf terbesar yang menyangga dan menghubungkan antar otak besar, bahkan dengan serat syarafnya yang besar kerap disebut sebagai jantungnya otak. Korpus kalosum berbentuk seperti payung tunggal setengah melingkar bagi otak tengah sekaligus menjadi tempat bertumpu bagi seluruh belahan otak.

Kalau kita Tarik kembali dari penjelasan diatas maka Konsep STIFIn ini lebih menekankan untuk mengacu pada kecerdasan tunggal, ‘fokus-satu-hebat’ pada kelebihan dan mengabaikan kelemahan diri,

Sedikit contoh orang Sensing yang kuat di kemampuan mengingat tetapi kurang kreatif, Thinking pintar dalam menganalisis tetapi kurang peka terhadap perasaan orang lain, tipe Intuiting kreatif menemukan ide tetapi lemah dalam mengeksekusi ide, Feeling pandai menjaga perasaan orang lain tetapi malas berfikir, serta Insting yang memiliki naluri serba bisa, namun serba tanggung dalam menyelesaikan masalah.

Lalu kita jadi tahu bahwasannya Konsep STIFIn itu jika di bedah lebih dalam akan banyak menghasilkan kebermanfaatan agar semakin dalam mengenal diri kita dan oranglain karena sang Founder STIFIn, Farid Poniman dalam menemukan Konsep STIFIn dan melihat sebuah perjalanan manusia dari masa ke masa.

Hakikat manusia yang berketuhanan dengan keyakinan bahwa setiap masa ada sosok perwakilan yang Allah tugaskan sebagai khalifah di bumi manusia untuk bisa  menjadi pemimpin dan menemukan cahaya terang benderang dalam hidupnya dengan ia mengenal dirinya terlebih dahulu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Punya Pertanyaan? Hubungi Kami

Richard Perdana

Owner STIFIn Family | Solver STIFIn

P.S. Apakah Saya sudah mengatakan bahwa bukan hasil Tes STIFIn yang tidak bermanfaat melainkan karena Anda belum memahami siapa diri Anda. Artinya, jika Anda tidak berusaha mengoptimalkan kelebihan dan bakat Anda, bersiaplah terus dalam kegelisahan

P.P.S. Alangkah baiknya Anda putuskan untuk Tes STIFIn sekarang. Karena semakin cepat Anda memutuskan, semakin cepat manfaat yang Anda dapatkan.

Follow Us

Copyright © 2020 STIFIn Family – STIFIn Kota Tangerang Selatan

error: