Metode Belajar Efektif STIFIn

Metode Belajar Efektif STIFIn

Saat ini, kecepatan seorang anak dalam menguasai suatu materi pelajaran menjadi penting. Bagaimana tidak, saat ini kita sedang berada pada masa dimana informasi dapat diterima secara langsung melalui portal internet. Untuk dapat menguasai informasi agar menjadi pengetahuan kita harus tau metode belajar efektif sesuai hasil tes STIFIn yang tentu saja menyenangkan.

Metode belajar efektif sejatinya adalah metode belajar yang memiliki dampak. Sehingga seorang anak dapat merasakan dampaknya setelah dilakukan sebuah proses belajar. Dampak tersebut tidak harus dirasakan langsung, namun bisa dirasakan nanti ketika beberapa waktu kemudian. Sehingga terbentuk wawasan pengetahuan terhadap hal yang sedang dipelajari.

Penggunaan metode belajar efektif juga harus diketahui oleh para pengajar, utamanya orang tua dalam mendidik anaknya. Metode belajar yang digunakan sangat berpengaruh tentunya terhadap hasil dan capaian dari kegiatan belajar. Beragam metode belajar dikembangkan sesuai dengan kemampuan masing masing individu. Dengan begitu, masing-masing individu dapat mencapai hasil yang optimal dalam pembelajaran. Untuk mengetahui lebih lanjut, tentunya harus kita ketahui terlebih dahulu terkait karakteristik kita, yakni dalam STIFIn dikenal sebagai Mesin Kecerdasan (MK). Metode belajar yang tepat dengan mesin kecerdasan yang tepat dapat membuat kita lebih nyaman dan mudah dalam menyerap informasi dan mempelajari hal baru, sehingga pada akhirnya, kita bisa mendapatkan hasil belajar yang maksimal.

Metode belajar efektif STIFIn yang Menyenangkan

Hasil tes STIFIn anda dapat membantu diri anda menemukan metode belajar paling efektif dan menyenangkan. Dimulai dari mengetahui bagaimana pola belajar yang cocok, persiapan apa saja yang perlu dilakukan, hingga fasilitas atau suasana yang membangun motivasi belajar yang tepat agar dapat terus semangat dan meraih prestasi.

Selain itu, kita dapat mengetahui beberapa hal yang perlu dihindari untuk dapat tetap fokus dan meminimalisir gangguan selama proses belajar. Sehingga nantinya kita mendapat metode belajar yang cocok dan terbiasa melakukannya dengan efektif. Berikut penjelasan metode belajar efektif dari masing masing personaliti genentik STIFIn:

  1. Sensing

Kecerdasan yang menjadi ciri khas dari seorang sensing adalah kemampuan pada pancaindra, yakni sangat efektif untuk merekam suatu hal yang terlihat, tercium, terdengar, terasa, maupun teraba. Seorang sensing secara alami kemudian menirukan apa yang telah tadi ia rasakan sehingga rekaman ingatan tersebut dapat terulang dan teringat dengan baik. Sensing memerlukan gerakan yang melibatkan otot-ototnya serta mengoptimalkan fungsi dari pancaindranya untuk dapat merekam informasi lebih baik. Satu hal lagi, sensing akan lebih termotivasi jika diberi imbalan yang nampak (terlihat). Mesin kendali juga berperan dalam menentukan metode belajar efektif seseorang.

Sensing introvert (Si)

Lebih unggul dalam merekam kosakata yang ia rasakan berulang-ulang. Sangat cocok bila menggunakan alat peraga. Si dapat membangun motivasi lebih apabila mendapat teman berlatih sekaligus lawan sparing-nya.

Sensing ekstrovert (Se)

Kemampuan Se berada pada kemampuan mengingat yang lebih baik dengan penandaan pada bacaan kemudian diikuti gerakan tangan. Se sangat baik dalam latihan soal. Semakin banyak Se berlatih soal, semakin cepat ia dapat menguasi sebuah pelajaran.

  1. Thinking

Kecerdasan logika membuat Thinking ahli dalam berhitung dan mengolah angka. Thinking menggunakan keunggulan logika ini dalam membuat rencana belajar yang terstruktur. Fokus, adalah satu kata yang sangat menggambarkan seorang Thinking, namun perlu dukungan suasana yang kondusif untuk itu. Thinking lebih cepat merekam informasi yang berdasarkan pada data, untuk kemudian dianalisis lebih lanjut menggunakan otak kiri. Thinking akan lebih mudah berkonsentrasi dengan menyusun skala prioritasnya.

Thinking introvert (Ti)

Ahli dalam hitungan sehingga cenderung untuk berpikir secara sistematis dan mendalam. Seorang Ti memiliki tingkat keingintahuan yang besar sehingga ia akan mendalami suatu hal dan menguasai nya. Sosok Ti merupakan sosok pembelajar mandiri, Ti dapat membuat suasana yang kondusif untuk belajar, dalam ruangan yang relatif tenang dengan waktu yang direncanakan. Namun Ti juga perlu dukungan berupa pengakuan dari sosok yang dihormatinya (panutannya).

Thinking ekstrovert (Te)

Melihat secara luas dengan analisis logis yang cukup baik, membuat seorang Te mampu mengurai suatu permasalahan secara rinci. Analisis yang mendalam dan mendetail merupakan kekuatan utama seorang Te sehingga seorang Te cocok dalam menghadapi kondisi yang rumit, contohnya dalam menghadapi pelajaran. Te harus senantiasa melatih kemampuan logika berpikirnya dengan banyak membaca dan memecahkan masalah. Kompetisi akan meningkatkan semangat belajar sehingga Te bisa efektif dalam belajar, terutama ketika ia mengalahkan lawan kompetisinya.

  1. Intuiting

Sang pembuat pola, seorang Intuiting secara alami memiliki pandangan masa depan yang tervisualisasi dengan jelas dalam pikiran kreatifnya. Imajinasi adalah kekuatan utama seorang intuiting, terutama dalam hal belajar. Berikan ruang lebih untuk Intuiting bereksplorasi dalam imajinasinya agar ia dapat menemukan pola yang tepat dan sesuai dalam mempelajari hal baru. Sediakan beragam media dan wadah seperti notes, papan tulis, buku gambar, beserta alat tulisnya untuk Intuiting menuangkan gagasan-nya.

Intuiting introvert (Ii)

Imajinasi seorang Ii dapat terbangun dengan baik apabila dibantu dengan ilustrasi. Dengan begitu Ii dapat fokus untuk memahami konsep dibalik suatu permasalahan yang ia hadapi. Berikan Ii sebuah buku polos dan alat tulis agar ia dapat menuliskan gagasannya secara ilustratif, dengan begitu seorang Ii dapat belajar lebih efektif. Bila harus berhadapan dengan mentor, Ii lebih suka dengan mentor yang ekspresif dalam berkomunikasi, sehingga dapat mempertajam imajinasinya dan merekam informasi lebih baik.

Intuiting ekstrovert (Ie)

Dalam sebuah kelas apabila sedang dibacakan sebuah cerita, maka Ie lah yang berpeluang menemukan tema dibalik cerita tersebut pertama kali. Imajinasi dan pikiran kreatif Ie dalam melihat suatu permasalahan sangat baik terutama dalam melihat berbagai peluang solusi permasalahan tersebut. Metode belajar paling efektif seorang Ie adalah dengan menggunakan alat peraga terutama yang memerlukan teknik bongkar pasang.

  1. Feeling

Secara naluriah, seorang Feeling lebih tertarik pada obrolan dan diskusi karena menurutnya penyerapan informasi yang baik dan tepat adalah dengan banyak membicarakan ide sekaligus mendengarkan pendapat dari orang lain. Metode belajar paling efektif bagi Feeling adalah dengan berdiskusi, minimal dengan teman bicaranya, membicarakan suatu permasalahan sehingga membangun kesepakatan solusi dalam pembicaraan tersebut. Feeling akan lebih termotivasi bila mood nya sudah terbangun. Feeling sangat senang apabila pendapatnya diapresiasi dan disetujui.

Feeling introvert (Fi)

Senang mendengarkan ide atau informasi dari orang lain adalah kelebihan dari Fi. Kemampuan perekaman informasi melalui pendengaran Fi lebih baik daripada tipe sensing, sehingga seorang Fi harus banyak mendengar untuk dapat meningkatkan kualitas belajarnya. Mendengarkan podcast atau melihat video yang informasinya terpusat pada suara adalah pilihan yang tepat sehingga seorang Fi dapat belajar lebih baik. Bila harus berhadapan dengan mentor, Fi senang dengan mentor yang banyak bercerita dan memberikan banyak insight.

Feeling ekstrovert (Fe)

Seorang Fe cenderung senang dalam berdiskusi, terutama apabila lawan bicara mampu mengapresiasi ide dan gagasannya serta memberikan masukan yang tepat. Kemampuan berpikirnya terlatih apabila ia sering berbicara dan berdiskusi dengan orang lain. Kritik dan saran yang membangun dapat meningkatkan kualitas belajarnya, terlebih lagi apabila Fe mendapat pujian yang dapat meningkatkan semangat belajarnya berkali lipat. Fe sangat membutuhkan lawan bicara atau partner diskusi agar tetap dapat efektif dalam belajar.

  1. Insting (In)

Si serba bisa yang cekatan dalam mempelajari sesuatu apapun. Kemampuan berpikirnya didukung oleh empat bagian otaknya yang memiliki persentase sama besar, membuatnya dapat berpikir secara general dan mampu mempertimbangkan masalah dari segala sisi. Metode belajar efektif seorang insting adalah berada dalam suasana yang hening dan tenang agar sisi spiritualitasnya dapat terbangun kemudian menghilangkan tekanan yang dialami seorang Insting.

Proses belajar yang berbeda sesuai mesin kecerdasan perlu dipelajari para mentor, guru, trainer, bahkan orang tua dalam memberikan pengajaran. Ilmu yang disampaikan dengan metode belajar efektif untuk orang yang tepat akan meningkatkan peluang prestasi hasil belajar kedepannya. Selain orang tua dan guru, kita juga perlu mengetahui metode belajar efektif ala kita. Tentunya agar kita dapat secara mandiri pandai belajar dan lebih cepat menuai prestasi.

Demikian metode belajar efektif ala STIFIn, untuk mengenal potensi dan metode belajar efektif STIFIn kamu lebih lanjut, ayo tes STIFIn!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Logo Tes STIFIn (com)

Melayani Tes STIFIn  dengan tujuan untuk mengenali potensi kepribadian diri juga untuk meningkatkan kualitas diri menuju pribadi SuksesMulia.

Sosial Media

Hubungi Kami

Jika ada pertanyaan silahkan kontak nomor yang tertera, tim kami siap membantu.

Tes STIFIn tesedia di seluruh Indonesia dan Mancanegara

© 2022 STIFIn Family, All Rights Reserved.

error: